LEWAT KONSEP “ARSITEKTUR ORGANIK”, FRANK LLOYD WRIGHT MENGANGKAT UNSUR ALAM UNTUK TUJUAN ESTETIKA

Amir Mukmin Rachim

Dosen Tetap Jurusan Teknik Arsitektur
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Adhi Tama
Jalan Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya

Abstrak

Kemajuan teknologi, tidak hanya dapat dirasakan oleh manusia, tetapi sekaligus merobah gaya hidup dan pola berfikir manusia itu sendiri, dari pola sederhana ke pola kompleks, dari pola tradisional ke pola modern, dari gaya prosesi ke pola praktis. Secara sempit manusia menganggap seolah-olah semuanya dapat dicapai dan diraih lewat kemampuan teknologi. Suatu kekuatan yang justru jauh lebih hebat dari hanya sekedar teknologi, yaitu unsur dan kekuatan alam. Alam merupakan potensi yang dapat mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia, mulai dari sikap perilaku, kebutuhan hidup, sosial budaya, seni dan juga Arsitektur. Adalah seorang Fank Lloyd Wright, yang sebenarnya adalah salah seorang tokoh utama Arsitektur modern, merasa terpanggil dan memang memiliki kepedulian terhadap keindahan alam. Memang sosok Frank Lloyd Wright adalah Arsitek yang konsisten terhadap upayanya untuk menghadirkan unsur-unsur alam ke dalam karyanya sebagai satu kesatuan, sehingga Ia terkenal sebagai Arsitek pengagum alam, sekaligus pencetus “Arsitektur Organik”. Tulisa ini membahas tentang estetika pada karya Arsitektur, dimana estetika itu sendiri bersumber (diilhami oleh alam). Isi pokok tulisan ini akan mengangkat salah satuhasil karya Arsitek kenamaan Frank Lloyd Wright yang bernama “Falling Water” . Hasil karya Frank Lloyd Wright ini sarat sekali dengan muatan unsur-unsur alam yang diangkat oleh Frank Lloyd Wright sebagai bagian dari kesatuan karya Arsitektur tersebut.

Full Text

This entry was posted in National Session and tagged , , . Bookmark the permalink.