KAJIAN KAMPUNG MARGORUKUN SURABAYA SEBAGAI KAMPUNG HIJAU

Siti Azizah
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, jl. Arief Rahman Hakim 100 Surabaya

Abstract

Kesadaran manusia tentang Arsitektur hijau yang merupakan konsekwensi dari konsep Arsitektur berkelanjutan antara lain telah melahirkan lingkungan hijau, di lingkungan itu diharapkan manusia dapat hidup dan melakukan aktifitas secara berkelanjutan. Bentuk dari Lingkungan hijau tersebut dapat berupa kampung hijau yaitu kampung yang mengedepankan kelestarian lingkungan pada kota besar yang cenderung kurang ramah terhadap lingkungan. Kesadaran tentang Arsitektur hijau serta kampung hijau telah melahirkan banyak teori dan pendapat, antara lain pendapat yang mengedepankan alam sebagai pola perencanaan, filosofi kampung Hijau, dsb. Teori dan Pendapat tersebut akan dikaji dan dibahas terhadap sebuah kampung hijau yaitu Kampung Margorukun, Surabaya. Kampung Margorukun adalah sebuah kampung yang bersih dan hijau di kota Surabaya. Kampung ini dikelilingi oleh ruas jalan yang padat. lokasinya terletak di pinggir rel kereta, namun tampak asri karena tanaman penghijauan ada dimana-mana, antara lain di depan rumah, berderet di sisi jalan kampung serta memenuhi setiap sudut perkampungan . Penghijauan sepanjang rel kereta api berupa taman bermain yang hijau. Aktifitas warga yang berkaitan dengan kampung hijau antara lain pembuatan tempat pengolahan air limbah rumah tangga yang diproses menjadi air bersih sehingga bisa digunakan kembali oleh warga. Kegiatan pembuatan kompos berupa daur ulang dari sampah organik serta pembangunan dapur kompos. Juga Daur ulang sampah menjadi benda pakai hingga memiliki galeri hasil daur ulang dan bank sampah. Pembahasan akan melihat sejauh mana kampung Margorukun ini memenuhi aspek dan parameter kampung Hijau. Hasil Pembahasan berupa rekomendasi untuk membentuk konsep kampung hijau seutuhnya.

Full Text

PDF

Presented

Seminar Nasional Refleksi 30 Tahun Fakultas Teknik: “Konsep dan Implementasi: Infrastruktur – Bangunan – Konstruksi ‘HIJAU’ Mewujudkan Kota Hijau”, 17 Oktober 2014, Fakultas Teknik, Universitas Warmadewa.

References

– Frick, Heinz dan Suskiyatno, Bambang, 1998, Dasar-dasar Eko Arsitektur, Kanisius, Yogyakarta
– http://green.kompasiana.com/penghijauan/2010/09/16/pak-toba-dan-obsesinya-membangun-kampung-hijau-259473.html
– http://news.liputan6.com/read/403219/margorukun-kampung-hijau-di-tengah-kota
– Karyono, Tri H, 2010, Green Architecture, Rajawali Pers, Jakarta
– Majalah Gemari, Edisi 124/ Tahun XII / Mei 2011
– Majalah Gemari, Edisi 120/Tahun XI/Januari 2011
– Nanny Kusminingrum, 1997, Tumbuhan terbukti mampu mereduksi Polusi, Kompas, 17 Mei
– Warta Kesra, Edisi 160/1-14 Februari 2012

This entry was posted in National Session and tagged , . Bookmark the permalink.