http://jurnal.itats.ac.id

Proceeding SNTEKPAN 2015

ANALISIS PENGARUHKECEPATAN ALIRANGAS PELINDUNGDANARUS TERHADAP KEKERASAN PADA PROSES LAS MIGDENGAN MATERIAL STAINLESS STEELAISI304

ANALISIS PENGARUHKECEPATAN ALIRANGAS PELINDUNGDANARUS TERHADAP KEKERASAN PADA PROSES LAS MIGDENGAN MATERIAL STAINLESS STEELAISI304
Ir. Suheni. MT, Drs.Ir. Isnan Harijanto, Ekky Permana Putra

Jurusan TeknikMesin,

InstitutTeknologiAdhiTama Surabaya

email: irsuheni@gmail.com
ABSTRAK
Kwalitas dari hasil pengelasan, disamping tergantung dari proses pekerjaan lasnya juga tergantung dari pemilihan  parameter pengelasan  yang telah ditentukan sehingga hasil yang didapatkan sangat baik. Karena itu setiap perbedaan kecepatan aliran gas dan arus listrik berbeda juga pengaruh panas yang dihasilkan sehingga kekerasan yang ditimbulkan pada daerah lasan juga berbeda. Pengelasan MIG merupakan las busur berpelindung gas dengan loogam pengisi. Gas argon dihembuskan pada logam induk sebagai perlindungan pada saat proses pengelasan. Besar kecilnya kecepatan aliran gas argon yang dihembuskan ini sangat berpengaruh pada hasil lasan yang diperoleh. Dari penelitian yang telah dilakukan hasilnya menunjukan bahwa adanya pengaruh dari perbedaan aliran gas dan arus tersebut terhadap kekerasan. Kekerasan pada logam induk relative sama yaitu199.6 kg/mm2 dan untuk logam HAZ dengan variablekecepatan aliran/arus 8/160, 180 dan 200 diperoleh nilai 209.43 kg/mm2 230.41 kg/mm2 245.47 dan 12/160, 180 dan 200 diperoleh nilai 218.17 kg/mm2 230.99 kg/mm2 267.43 kg/mm2 dan 15/160, 180 dan 200 diperoleh nilai 229.194 kg/mm2 248.66 kg/mm2 270.61 kg/mm2 serta untuk logam las dengan variable kecepatan aliran/arus yaitu 8/160,180 dan 200 diperoleh nilai 230.43 kg/mm2 249.36 kg/mm2 258.86 kg/mm2 12/160, 180 dan 200 diperoleh nilai 221.32 kg/mm2 232.46 kg/mm2 273.87 kg/mm2 dan 15/160, 180 dan 200 diperoleh nilai 231.33 kg/mm2 258.586 kg/mm2 308.66 kg/mm2. Hal ini dapat disebabkan adanya pengaruh panas yang terjadi padaDaerah HAZ dan logam las

Kata kunci: GMAW, Kecepatan Aliran, Kekerasan Vickers, Pengelasan, StainlessSteel304.

Full Text

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT KOPISEBAGAIBAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM BENTUKBRICKET BERBASIS BIOMASS (STUDI KASUSDI PT. SANTOS JAYA ABADI INSTANT COFFEE)

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT KOPISEBAGAIBAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM BENTUKBRICKET BERBASIS BIOMASS (STUDI KASUSDI PT. SANTOS JAYA ABADI INSTANT COFFEE)

Dwi Khusna1 dan Joko Susanto2

Jurusan Teknik Mesin,Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya1 PT. Santos Jaya Abadi2
ABSTRAK

Dalam penelitian ini, tanpa melakukan ekstraksi minyak kopi, didapatkan nilai kalori 24,117 MJkg-1 untuk bricket ampas kopi dengan dan 28,364 MJkg-1 untuk arang kopi. Perhitungan dari PT. Santos Jaya Abadi 3 dimana produksi memasang target 360 ton/bulan bubuk instant kopi. Maka dalam 1 tahun memproduksi 3888 ton dengan effisiensi 90% dan rendemen/prosentase kapasitas produksi PT. Santos Jaya Abadi 3 adalah 19,44% dari total produksi kopi instan di Indonesia. Berdasarkan perhitungan dalam riset ini, ampas kopi dari PT Santos Jaya Abadi 3 setelah melalui proses pirolisis didapatkan briket 129,6 ton/bulan dengan asumsi 1 kg ampas kopi menghasilkan 40% arang kopi, dan tanpa pirolisis dapat menghasilkan 329 ton/bulan bricket. Kesimpulan dari riset ini, bahwa kualitas briket dengan dasar ampas kopi tergantung pada kepadatan, perbandingan campuran (ampas kopi-arang kopi-batubara), jenis tungku pembakaran dan udara lebihnya.
Kata-kata kunci : Ampas kopi spent ground, arang ,nilai kalori, pirolisis, dan bricket

Full Text

ANALISISUMUR PAHATDENGAN VARIASI SUDUT GERAM, KECEPATAN DENGAN DAN TANPAPENDINGIN

ANALISIS UMUR PAHAT DENGAN VARIASI SUDUT GERAM, KECEPATAN DENGAN DAN TANPA PENDINGIN
Mrihrenaningtyas danRandi Prayadi Jurusan Teknik Mesin,Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

ABSTRAK

Pemesinan salah satu proses industri. Turning perlu diketahui penggunaan pendingin dan dampaknya terhadap keausan tepi pahat (VB) serta umur pahat (T). Penelitian ini mengukur VBserta mengetahui THSS dengan γo -6o, 0o, 10o material S45C kecepatan potong V1 25,01dan 39,30 m/min, pemakanan 0,5 mm/putaran, kedalaman potong 1 mm. Keausan tepi pahat diukur menggunakan measurescope ,umur pahat dihitung berdasarkan persamaan Taylor. Pengukuran VB dengan pendingin 0,165 mm pada γo -6o , V 25,01 m/min, 0,341 mm pada γo 10o , V 39,30 m/min. Tanpa pendingin VB 0,187 mm, γo -6o , V 25,01 m/min. VB 0,337 mm pada γo10o , V 39,30 m/min. T dengan pendingin 187,18 min γo-6o da, V 39,30 m/min ; 4840,17 min pada γo 10o dan V 25,01 m/min. Tanpa pendingin diperoleh T 1050,56 min γo =10o dan V=25,01 m/min ; T= 3679,94 min pada γo =0o dan V 25,01m/min.

Kata kunci: Turning, Keausan tepi pahat, Umur pahat, Media pendingin.

Full Text

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM BENTUK BRICKET BERBASIS BIOMASS (STUDI KASUS DI PT. SANTOS JAYA ABADI INSTANT COFFEE)

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR
ALTERNATIF DALAM BENTUK BRICKET BERBASIS BIOMASS
(STUDI KASUS DI PT. SANTOS JAYA ABADI INSTANT COFFEE)
Dwi Khusna 1 dan Joko Susanto 2
Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 1
PT. Santos Jaya Abadi 2
ABSTRAK
Dalam penelitian ini, tanpa melakukan ekstraksi minyak kopi, didapatkan nilai kalori 24,117 MJkg -1
untuk bricket ampas kopi dengan dan 28,364 MJkg -1 untuk arang kopi. Perhitungan dari PT. Santos Jaya
Abadi 3 dimana produksi memasang target 360 ton/bulan bubuk instant kopi. Maka dalam 1 tahun
memproduksi 3888 ton dengan effisiensi 90% dan rendemen/prosentase kapasitas produksi PT. Santos Jaya
Abadi 3 adalah 19,44% dari total produksi kopi instan di Indonesia. Berdasarkan perhitungan dalam riset ini,
ampas kopi dari PT Santos Jaya Abadi 3 setelah melalui proses pirolisis didapatkan briket 129,6 ton/bulan
dengan asumsi 1 kg ampas kopi menghasilkan 40% arang kopi, dan tanpa pirolisis dapat menghasilkan 329
ton/bulan bricket. Kesimpulan dari riset ini, bahwa kualitas briket dengan dasar ampas kopi tergantung pada
kepadatan, perbandingan campuran (ampas kopi-arang kopi-batubara), jenis tungku pembakaran dan udara
lebihnya.
Kata-kata kunci : Ampas kopi spent ground, arang ,nilai kalori, pirolisis, dan bricket

Full Text

ANALISIS BEBAN KERJA UNTUK MENENTUKAN JUMLAH KARYAWAN OPTIMAL (STUDI KASUS : PT. SANJAYATAMA LESTARI SIRABAYA)

ANALISIS BEBAN KERJA UNTUK MENENTUKAN JUMLAH
KARYAWAN OPTIMAL
(STUDI KASUS : PT. SANJAYATAMA LESTARI SIRABAYA)
Linanda Eka Anggraeni, Rony Prabowo
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri,
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Email : hello_lili_washere@yahoo.com
Abstrak
Kebutuhan sumber daya manusia (SDM) semakin meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Pengukuran beban kerja diperlukan untuk menetapkan waktu bagi seorang karyawan yang memenuhi
persyaratan (qualified) dalam menjalankan pekerjaan tertentu pada tingkat prestasi yang telah ditetapkan.
Untuk mengatasi masalah pengukuran beban kerja pada PT. Sanjayatama Lestari, maka dalam penelitian ini
menggunakan metode Analisis beban Kerja.Metode ini akan memberikan informasi mengenai pengalokasian
sumber daya manusia karyawan untuk menyelesaikan beban kerja yang ada. Berdasarkan hasil pengukuran
beban kerja pada PT. Sanjayatama Lestari dengan menggunakan metode Analisis Beban Kerja dapat di
simpulkan bahwa rata-rata beban kerja karyawan pada bagian baguan Tabulator adalah 8650,866 jam / tahun
dengan jumlah karyawan yang optimal adalah 4 orang. Pada bagian Adhoc rata-rata beban kerja sebelum
dilakukan penelitian adalah 12.367,372 jam / tahun dengan jumlah karyawan yang optimal adalah 6 orang.
Pada bagian HRD dan Trainer rata-rata beban kerja adalah 7452,393 jam / tahun dengan jumlah karyawan
yang optimal adalah 4 orang. Pada bagian Umum rata-rata beban kerja adalah 15.938,237 jam / tahun dengan
jumlah karyawan optimal adalah 8 orang.
Kata Kunci : Efisiensi, SDM, Analisis Beban Kerja, Jumlah Optimal Karyawan

Full Text