http://jurnal.itats.ac.id

Daily Archives: August 9, 2019

PERAN “DESAIN DETAIL” DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN PROYEK DI LAPANGAN

Amir Mukmin Rachim

Dosen Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Jalan Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya.

Abstrak

Menurut para pakar, suatu hasil karya Arsitektur (bangunan) dapat dinilai dari beberapa aspek dan beberapa sisi, termasuk diantaranya adalah penyelesaian detail dan pernik-perniknya. Tampilan bangunan yang mewah dan eksklusif tidak selalu memberi jaminan bahwa bangunan tersebut akan berfungsi dengan baik apalagi sempurna. Ini terjadi tidak terlepas dari adanya kelemahan-kelamahan desain, termasuk kelemahan desai detail, yang berlanjut pada penyelesaian di lapangan. Berbicara tentang desain detail, sebenarnya banyak hal yang berkaitan dengannya, namun dalam tulisan ini penulis hanya ingin membahas desain detail pada komponen arsitektur tertentu pada bangunan, diantaranya adalah desain detail pada arsitektur, struktur, utilitas dan lansekap, Selain itu, penulis juga mencoba membahas tentang tujuan desain detail itu sendiri, yaitu sebagai finishing dan sebagai elemen estetika.

Full Text

PENGGUNAAN POTENSI BAHAN LOKAL PADA KARYA ARSITEKTUR NUSANTARA Studi Kasus: Penggunaan bahan bambu pada arsitektur Nusantara Samawa Nusa Tenggara Barat

Amir Mukmin Rachim
Jurusan Arsitektur-FTSP-Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.
Email: [email protected]

Abstrak

Masyarakat Sumbawa yang berdiam di pulau Sumbawa NTB, biasa disebut Tau Samawa wilayahnya memiliki potensi lokal dalam mengekspresikan karya arsitekturnya, berupa bahan bambu lokal. Bambu sejak dahulu, telah digunakan oleh masyarakat setempat untuk arsitekturnya, baik sebagai konstruksi, maupun sebagai finishing. Sementara, pengaruh globalisasi dan derasnya arus budaya luar yang masuk, menjadi fenomena tersendiri. Sulit bagi masyarakat setempat untuk menepisnya, alasannya, tuntutan jaman. Atas dasar ini, penelitian akan menelusuri sejauh mana tingkat pemakaian bahan bambu lokal asli, yang akan memengaruhi karakter penampilan arsitektur setempat. Permasalahan dalam penelitian ini, sejauh mana tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat setempat, tentang bahan bambu sebagai potensi lokal yang harus dipelihara dan dipertahankan sebagai jati diri. Metodologi yang digunakan adalah metodologi deskriptif, yaitu deskriptif survei lapangan untuk mengumpulkan data primer, sedangkan literatur, dan lainnya, adalah metodologi pengumpulan data teoretis. Tujuannya, diharapkan, memberikan pemahaman, kepada masyarakat, khususnya masyarakat setempat bahwa, kandungan lokal berupa bahan bambu lokal yang dipresentasikan oleh arsitektur Nusantara Samawa adalah, komponen pembentuk karakter bangsa yang harus dipelihara. Hasil yang diharapkan, munculnya kesadaran bagi kita semua, bahwa arsitektur Nusantara Samawa yang kita miliki, merupakan komponen besar sebagai pembentuk karakter bangsa yang mandiri, harus dipelihara dan dipertahankan.

Kata kunci: Bahan, lokal,Arsitektur,Nusantara, Samawa

Full Text

MODEL PENATAAN VEGETASI KORIDOR JALAN RAYA SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA PERKOTAAN STUDI KASUS: JALAN PAHLAWAN SIDOARJO

Amir Mukmin Rachim 1 Antariksa 2

1 Mahasiswa Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan, Dosen Jurusan Arsitektur,Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.

2 Dosen Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan, Dosen Program Pengembangan Wilayah dan Kota, Pascasarjana Universitas Brawijaya.

Abstrak

Berbagai alasan yang dikemukakan oleh manusia untuk mendapatkan legalitas supaya dapat melakukan eksploitasi lingkungan koridor jalan raya kota, membuat lingkungan hidup di perkotaan semakin mengalami degradasi, yang lebih parah koridor jalan, terutama diperkotaan semakin lama semakin habis, berubah menjadi ruang terbangun, hal ini diperparah dengan adanya anggapan, bahwa setiap ruang yang ada di perkotaan adalah potensi ekonomi. Padahal estetika pada koridor jalan raya perkotaan yang dibangun lewat penataan vegetasi, bermaksud selain untuk meningkatkan kualitas, juga bermaksud agar koridor jalan raya perkotaan tersebut memiliki nilai-nilai estetika yang dapat dinikmati secara fisik dan perasaan dan konsumsi jiwa. Selama ini vegetasi pada koridor jalan raya perkotaan hanya dianggap sebagai sarana penghijauan jalan, kesejukan dan sarana peneduh. Model dan konsep unity akan menjadi landasan penataan estetika vegetasi koridor jalan raya perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana peran model penataan estetika vegetasi koridor jalan raya terhadap estetika lingkungan perkotaan, serta memberi masuka sebagai landasan untuk menerbitkan regulasi atau peraturan-peraturan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo untuk model estetika penataan vegetasi koridor jalan raya, ruang terbuka lingkungan perkotaan memiliki nilai-nilai estetika. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah wawasan dan memberi kontribusi dalam membangun ilmu penegtahuan,khususnya dalam hal nilai-nilai estetika pada koridor jalan, dan penataan vegetasi pada lingkungan perkotaan pada umumnya.

Full Text

PELUANG BATANG KELAPA UNTUK KONSTRUKSI DAN PEMBUATAN KOSEN RUMAH BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN MENENGAH KE BAWAH

Amir Mukmin Rachim
Dosen Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Jalan Arief Rahman Hakim No. 100 Surabaya

Abstrak

Kayu sebagai bahan untuk konstruksi bangunan rumah tinggal, semakin tinggi harganya. Penelitian ini bertujuan mencari trobosan baru, bagaimana memecahkan persoalan penggantian kayu sebagai bahan konstruksi dan pembuatan kosen rumah tinggal. Target khusus yang dikehendaki, adalah kayu kelapa sebagai pengganti kayu. Permalahan penelitian adalah sejauh manakah pemahaman masyarakat Sidoarjo tentang kayu kelapa sebagai bahan konstruksi/kosen rumah tinggal. Permasalahan lain, sejauh manakah pemakaian kayu kelapa sebagai sebagai konstruksi dan kosen untuk rumah tinggal. Selain itu, permasalahan teknik penggunaan sebagai konstruksi dan kosen dalam pemakaian kayu kelapa, serta bagaimana mensosialisasikannya pada masyarakat, bagaimana prosedur transportasi dari tempat asalnya samapai ke konsumen, juga permasalahan kebijakan dan peraturan dari instansi terkait. Metodologi yang digunakan ialah metode Deskriptif, jelasnya adalah deskriptif survei lapangan, yaitu pengumpulan data/informasi primer dengan wawancara langsung masyarakat yang membangun rumahnya. Pengadaan kayu kelapa, Instansi terkait, kebijakan, prosedur, literatur, penelitian, jurnal ilmiah dan internet, adalah metodologi pengumpulan data untuk teoretis. Hasil yang diharapkan, memberi pemahaman/wawasan konsep, praktis, maupun teknis, ekonomis kepada masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya tentang kayu kelapa sebagai alternatif lain selain kayu untuk bahan konstruksi/kosen bangunan rumah tinggal, sehingga kedepannya masyarakat akrab dengan kayu kelapa sebagai material konstruksi/kosen rumah tinggal.

Full Text

LAPORAN KKN – PPM ARSITEKTUR PERBAIKAN FASAD DAN PENGHIJAUAN BALAI RW IV JALAN KEJAWAN GEBANG, GEBANG PUTIH, SUKOLILO, SURABAYA

RINGKASAN KEGIATAN KKN – PPM 2019

PERBAIKAN FASAD DAN PENGHIJAUAN BALAI RW IV JALAN KEJAWAN GEBANG, GEBANG PUTIH, SUKOLILO, SURABAYA

KKN – PPM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) merupakan salah satu matakuliah dengan proses pembelajaran yang dilakukan di lapangan, dengan tujuan mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah yang terjadi pada lingkungan lokasi KKN, kemudian menyelesaikannya dengan menerapkan teori mau pun pengalaman yang pernah didapatkan baik dari kampus tempat belajar atau pun lingkungan sekitar, serta berinteraksi dengan masyarakat.

Setelah ditinjau secara fisik di lapangan, terdapat beberapa permasalahan pada Balai RW IV Kejawan seperti cat pada fasad bangunan mengelupas, cat pada pagar mulai rusak, beberapa titik lampu yang tidak berfungsi dengan baik, dinding luar balai RW kotor dan berlumut, lokasi yang berdebu, serta kurangnya penghijauan. Dari permasalahan yang muncul, maka solusi untuk penyelesaian masalah ialah dengan mengganti cat pada fasad dan pagar balai RW IV agar terlihat berbeda dari sebelumnya namun terlihat segar dan tetap selaras dengan lingkungan sekitar, menutup dinding bagian luar balai RW IV dengan cat, membersihkan bagian dalam dan luar balai RW, mengganti beberapa titik lampu yang mati, serta meberikan sedikit sentuhan tanaman untuk upaya penghijauan.

Namun seluruh upaya perbaikan tidak akan maksimal apabila tidak diimbangi dengan pemeliharaan yang benar, maka diharapkan kepada masyarakat sekitar (warga RW IV Kejawan Gebang, Keputih, Sukolilo, Surabaya) agar membersihkan balai RW secara rutin terutama setelah pemakaian balai RW untuk kegiatan apa pun, menjaga pertumbuhan tanaman yang ada, serta menjaga kebersihan dinding luar balai RW dari coretan yang tidak seharusnya ada.

Full Text