Jurnal ITATS

http://jurnal.itats.ac.id

STUDI NUMERIK PENGARUH BILANGAN REYNOLDS TERHADAP PERPINDAHAN PANAS MELINTASI SILINDER STAGGERED METODE TURBULEN K-Ω SST 2-D UNSTEADY REYNOLDS AVERAGED NAVIER STOKES (URANS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran melintasi grup silinder dalam susunan
in-lined, staggered dan triangular. Penelitian menggunakan simulasi numerik aliran 2-D URANS dengan
tujuh silinder staggered pada Re = 4,42x105
dan 1,77x105
berdasarkan Umax, 7D upstream sisi inlet, 20D
downstream sisi outlet, jarak antara dinding dan silinder dekat dinding 0,25D, panjang ST = 2,5D dan jarak L
1,25D. Meshing quadratical dan turbulen k-ω SST (Shear-Stress-Transport) pada q” = 500 W/m2
dan Tinlet =
60⁰C. Hasil grafik cp dan Nu menunjukkan bahwa aliran silinder 2 dipengaruhi silinder 1 akibatnya silinder 3
dan silinder 5 alirannya terdefleksi. Silinder 3 dipengaruhi wake silinder 2 sehingga nilai cp lebih rendah.
Nilai Nu tertinggi pada silinder ke-3 akibat q” yang sama namun gradien temperatur kecil membuat h
meningkat. Nu silinder baris ke-2 memiliki nilai maksimum tertinggi dan terendah silinder 1. Semakin tinggi
nilai Re, makin tinggi nilai Nu.
Kata Kunci: ReD, cp, Nu, dan k-ω SST

6.Gatot_

Design System for Employee Performance Evaluation Based on Competence by Using Key Performance Indicators (KPI)

Design System for Employee Performance
Evaluation Based on Competence by Using Key
Performance Indicators (KPI)
Yoniv Erdhianto *
Industrial Engineering Department, Institut Teknologi Adhi, Tama Surabaya, Indonesia
Abstract
The aim of this study was to determine how to design a system to access a performance of employees, in accordance with the
vision, mission and strategy of the organization as well as to determine the measures of performance indicators in the form of
Key Performance Indicators (KPI) in accordance with the vision, mission and strategy of the Institut Teknologi Adhi Tama
Surabaya (ITATS). This study used a qualitative approach. Samples were taken based on certain considerations, which
amounted to 6 people who already meet the requirements, namely as employees of Computer Center, and Information Systems
from ITATS. This research use approach KPI (Key Performance Indicators). The results showed that the performance appraisal
system could be designed to determine in advance of the vision, mission and goals of the organization. After identifying the
vision, mission and goals of the organization then drafted strategic objectives. From the strategic objectives set performance
goals and mapped out the role of each unit to achieve performance goals. After elaborated description of the authority and
responsibility of the business unit, which is used to compile KPI relegated to a table that outlines the job description of each
individual. Of each job description, then made a table with accompanying KPIs and size of each individual achievement
against key indicators in certain periods.
Keywords
Performance Assessment, Key Performance Indicators, Competence

Full Text

Peer Review

ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA DEPARTEMEN SERVICE PT. MEGA DAYA MOTOR MAZDA JATIM DENGAN METODE 5 WHYS DAN SCAT

ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA
DEPARTEMEN SERVICE PT. MEGA DAYA MOTOR MAZDA
JATIM DENGAN METODE 5 WHYS DAN SCAT
Yoniv Erdhianto
Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada analisis penerapan K3 di PT Mega Daya Motor Mazda Jatim melalui
pengamatan beberapa kecelakaan yang terjadi selama penelitian. Dimana tujuan umum dari penelitian ini
adalah sebagai referensi bagi pembaca terutama mahasiswa agar mampu menganalisis bagaimana
penerapan K3 yang efektif di perusahaan. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk
Mengetahui penyebab kecelakaan kerja yang terjadi di departemen service PT MEGA DAYA MOTOR
MAZDA JATIM serta menyusun analisis keselamatan kerja (JSA) khusus untuk bengkel dalam upaya
peningkatan K3 untuk masa yang akan datang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif
berdasarkan data sekunder berupa dokumen laporan hasil pengamatan, kuisioner kepada karyawan bengkel,
investigasi kecelakaan dan foto kejadian mengenai kecelakaan kerja. Adapun teknik yang digunakan untuk
menganalisis penyebab kecelakaan adalah 5 Whys dan SCAT. Dengan metode 5 Whys peneliti dapat
memproses fakta lapangan dengan berulang kali mengajukan pertanyaan yang sama dari masalah yang
menjadi faktor krusial, kemudian memilah penyebab atau solusi ke dalam elemen yang lebih jelas. Untuk
memperkuat hasil analisa 5 Whys tersebut, peneliti menganalisa kembali dengan menggunakan metode
SCAT. SCAT memberikan serangkaian pertanyaan yang dapat memandu peneliti menemukan penyebab-
penyebab kecelakaan berdasarkan kategori yang telah dibuat oleh metode SCAT yang memiliki pertanyaan
yang lengkap untuk menemukan penyebab kecelakaan
Keyword: keselamatan dan kesehatan kerja, 5 whys, SCAT

Full Paper

Peer Review

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI pH SLURRY TERHADAP PERFORMA SISTEM KOMPOR BIOGAS

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI pH SLURRY TERHADAP PERFORMA SISTEM KOMPOR BIOGAS
M.Irfan
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Insitut Teknologi Adhi Tama Surabaya
E-mail : vandmaelen05@gmail.com
ABSTRAK
Ketergantungan manusia akan bahan bakar mineral bumi menyebabkan cadangan sumber energi tersebut semakin lama semakin berkurang. Keadaan ini membuat banyak kalangan sadar bahwa ketergantungan terhadap bahan bakar mineral bumi harus segera di kurangi. Untuk itu perlu energi yang tidak mudah habis, salah satu contoh adalah biogas. Pada penelitian dengan metode eksperimen kali ini di gunakan variasi pH antara lain, tanpa variasi (7), pH asam (5), dan pH basa (12) untuk melihat seberapa cepat produksi biogas yang di hasilkan bila menggunakan nitrisi. Dari penelitian ini didapatkan Daya terbesar adalah dengan campuran Basa yakni sebesar 1.129576 KW, sedangkan efisiensi terbesar dengan campuran Basa sebesar 52,2%, untuk kecepatan produksi biogas tercepat adalah 15 hari yakni dengan variasi pH Bassa
Kata kunci: pH Normal, pH bassa, pH asam, Performa kompor biogas

ANALISA PENGARUH BAHAN BAKAR PREMIUM, PERTALITE DAN PERTAMAX PLUS TERHADAP UNJUK KERJA MOBIL SEMUT GENI KELAS PROTOTYPE GASOLINE

ANALISA PENGARUH BAHAN BAKAR PREMIUM, PERTALITE DAN PERTAMAX PLUS TERHADAP UNJUK KERJA MOBIL SEMUT GENI KELAS PROTOTYPE GASOLINE
Disusun Oleh :
Much. Muhajir Ar Rosyad
02.2012.1.08538
ABSTRAK
Mesin mobil maupun sepeda motor memerlukan jenis bahan bakar yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri. Anggapan umum yang beredar dilapangan adalah bahwa penggunaan bahan bakar dengan nilai RON tinggi mampu meningkatkan unjuk kerja mesin. Pada motor bakar, unjuk kerja mesin sangat dipengaruhi oleh fenomena pembakaran didalam mesin itu sendiri. Semakin sempurna proses pembakaran di setiap kondisi kerja mesin pada mesin tersebut, semakin tinggilah prestasi mesin yang dihasilkan. Beberapa hal yang menentukan kesempurnaan pembakaran adalah perbandingan kompresi mesin (Compression Ratio), Ketepatan waktu pembakaran, perbandingan campuran udara dan bahan bakar serta homogenitas campuran. Kesalahan penggunaan bahan bakar bisa menyebabkan fenomena knocking yang selanjutnya akan memperpendek usia komponen-komponen mesin itu sendiri. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui performa motor dengan variasi bahan bakar premium, pertalite dan pertamax plus yang meliputi daya, torsi, Bmep, FC, SFC, efisiensi thermal dan emisi gas buang pada motor supra x 125 cc. Pengujian daya dan torsi menggunakan dynotest sedangkan emisi gas buang menggunakan gas analyzer. Hasil penelitian menunjukan daya tertinggi pada saat penggunaan bahan bakar premium sebesar 6,75 Kw pada putaran 7142 rpm. Torsi tertinggi pada saat penggunaan pertamax plus sebesar 9,54 N.m pada putaran 6250 rpm. Tekanan efektif rata-rata (Bmep) tertinggi yaitu pengguaan bahan bakar premium dan pertamax plus sebesar 0,22 kg/ . Untuk fuel consumtion tertinggi menggunakan bahan bakar premium sebesar 5,56 L/Kw.H hal ini sebanding dengan SFC sebesar 1,16 L/kw.H. Sedangkan untuk efisiensi thermal tertinggi sebesar 5,61% saat menggunakan bahan bakar pertalite. Untuk emisi gas buang kadar CO terendah yaitu menggunakan bahan bakar premium sebesar 15465 ppm, terendah sebesar 4,9% menggunakan bahan bakar premium. terendah sebesar 432 ppm dengan penggunaan bahan bakar pertamax plus, terendah saat penggunaan bahan bakar premium sebesar 13 ppm, HC terendah saat menggunakan pertalite sebesar 105 ppm, terendah saat menggunakan pertalite sebesar 13,7%. Nilai oktan bahan bakar dan variasi putaran mesin berpengaruh terhadap karakteristik emisi gas buang.
Kata Kunci : Bahan Bakar, Motor Bensin,Emisi Gas Buang Dan Performa Mesin.